Ngelanjutin ide Golongan Pelangi, tau2 kepikiran ide nyeleneh lain. Ada yg tau gak, kenapa suara pemilih (harus) dihitung penuh 1? Kenapa gak bisa kita menyalurkan suara dalam pecahan seperti setengah, seperempat, gitu? Ada yg bisa ngasih penjelasan (URL)?
Menurutku sih, kayaknya lebih adil jika kita bisa memberikan suara tidak dalam bilangan bulat, walaupun total akhirnya maksimal tetep 1 (bulat). Kalo dirasa menyulitkan, tinggal dibatasi aja pemecahannya dgn aturan (UU), misalnya hanya boleh membagi suara menjadi 4, tidak boleh dibagi selain itu, tapi membolehkan gabungan. Dgn begitu, kita kan bisa lebih nyaman memilih dan menentukan prioritas pilihan. Misal, kita lihat partai/caleg A berpotensi tapi belum jelas rekam jejaknya, kita bisa berikan suara setengah. Seperempat kita berikan ke partai/caleg B yg pernah menjabat dan cukup berhasil walaupun banyak kekurangannya. Seperempat sisanya, tidak kita gunakan.
Bukannya ntar malah beribet ngitungnya? Ya itu masalah KPU, bukan masalah saya (dan kita). Buat apa mereka dibayar mahal, tapi maunya kerja enak dan mudah.
Dan jika didukung dgn sistem TI yg canggih, harusnya gak perlu jadi masalah besar. Gak perlu juga alasan biaya akan membengkak, krn kalo semuanya dilakukan dgn efektif dan efisien, bukan dgn mark-up dan korupsi, biayanya pasti bisa ditekan.
Lagi pula, dgn mekanisme suara pecahan begini akan bisa… ah, sudahlah… gak penting banget sih mikirin ginian! Mending main Wii aja yuk! *di kantor lagi demam Wii*
Posted by Bee
Posted by Bee