Ganti pacar

Mencari pacar yg cocok, yg bener2 pas buat kita, bikin mantep di hati, bukan hal yg mudah bagi kebanyakan orang. Tapi mencari pacar baru setelah ditinggalkan atau meninggalkan pacar sebelumnya, rasanya lebih sulit lagi. Saat pencarian pacar pertama kali, kondisi kita masih “kosongan”. Mindset kita masih bersih. Walaupun kriteria tentu saja ada, bahkan harus ada, tapi bagaimana pun juga menilai calon pacar tanpa ada pengalaman sebelumnya, jadi lebih mudah krn kita belum punya pembanding yg nyata.

Setelah kita “jadian” dgn pacar yg pertama, dari sinilah proses pembelajaran dimulai. Kita mulai belajar empati, belajar toleransi, belajar kompromi, belajar berkorban, dan lain sebagainya. Jika karena suatu dan lain hal kemudian kita memutuskan hubungan kekasih dgn pacar pertama, bisa dipastikan hasil pembelajaran yg kita peroleh akan terus kita ingat dan bahkan akan membentuk mindset baru tentang bagaimana sosok pacar yg ideal bagi kita. Sedikit banyak, mindset ini dibentuk oleh pacar yg pertama tsb.

Adanya mindset inilah yg menjadi kesulitan tersendiri saat kita mencari pacar baru. Harapan sudah terpatri, “rambu2” sudah terpasang, standar sudah terbentuk, seringkali menjadi penghambat bagi proses pencarian itu sendiri. Kandidat A kurang cakep, krn rambutnya keriting. Kandidat B gak asik, soalnya kalo menguap sering lupa nutup mulutnya. Kandidat C kurang gaul, dia lebih suka mantengin game kesukaannya daripada jalan sama aku. Kandidat C gak bisa bagi waktu, krn terlalu banyak terlibat kegiatan kemahasiswaan. Kandidat D gak sopan, soalnya dia sering salah naruh posisi sendok dan garpu setelah makan. Dan seabreg alasan lainnya.

Tentu boleh dan sah2 saja punya rambu dan standar pemilihan pacar. Rambu dan standar bahkan penting agar kita gak asal comot sembarang orang untuk kita jadikan pacar. Namun kita seringkali lupa, kadang hal2 yg gak penting juga kita masukkan ke dalam rambu dan standar yg kita tetapkan. Kita lupa bahwa pembelajaran gak berhenti saat kita pacaran pertama kali. Kita masih bisa belajar banyak hal dari pacar2 selanjutnya. Kita masih sangat mungkin menemukan hal2 baru, hal2 yg lebih baik, hal2 yg lebih mencerahkan, hal2 yg lebih positif, dan seterusnya, dari kandidat2 pacar tsb.

Jika kita benar2 mengikhlaskan “kepergian” pacar pertama, sudah seharusnya kita bisa lepas dari bayang2 pacar pertama tsb. Apa yg telah kita alami bersama pacar pertama cukup kita jadikan sebagai pengalaman yg bisa kita ambil hikmahnya. Tapi jangan pernah membiarkan diri kita terbelenggu masa lalu kita sendiri. The life must and still goes on, no matter what had happened. Buka hati, hilangkan kenangan, siapkan mental dan fisik kita untuk mendobrak pintu hati yg sedang buntu, kemudian sambutlah kedatangan pacar baru.

Pacar baru yg nanti akan kita pilih dari sekian banyak calon, bisa dipastikan tidak akan sama dengan pacar kita sebelumnya. Jika kita masih mengharapkan akan mendapatkan orang yg sama, berarti kita belum benar2 mengikhlaskan perginya pacar pertama. Bisa jadi, ini indikator bahwa kita masih mencintai pacar pertama. Kalau demikian, hentikan dulu proses pencarian pacar baru. Jika dipaksa untuk diteruskan, kemungkinan besar kita hanya akan mendapatkan kekecewaan. Lebih baik, kalau memang masih cinta, berusahalah kembali ke pacar pertama, jika masih dimungkinkan. Jika gak mungkin kembali, berarti kita masih harus membenahi diri kita sendiri sebelum kita bisa menerima pacar baru.

Pacar baru harus lebih baik? Itu relatif. Seorang pacar, punya ratusan atau bahkan ribuan karakter, sifat, dan tingkah laku. Gak mungkin seluruhnya buruk, sebagaimana gak mungkin pula seluruhnya baik. Setiap pacar pasti punya kekurangan dan kelebihannya masing2. Dan saat kita telah menentukan pilihan, berarti kita harus siap dengan konsekuensi pilihan tsb. Usahakan semaksimal mungkin untuk bisa menerima pacar baru tsb dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Kurangi ego, tingkatkan kebersamaan, dan waktu akan memainkan perannya untuk menunjukkan apakah pilihan kita kali ini benar atau salah. Jika benar, bersyukurlah kita. Jika salah, tetap bersyukur juga, krn toh ini masih berstatus pacar, bukan pasangan tetap. Jika kita masih optimis dan terus berusaha, dijamin kita akan mendapat pacar yg nantinya pantas untuk kita jadikan pasangan tetap.

Selamat pacaran.๐Ÿ˜€

PS: Halah, mau ngomongin temen supaya yakin pindah ke Linux dan pake Lazarus aja, bahasanya beribet amat yak?๐Ÿ˜› Ganti seluruh kata “pacar” dgn “linux” atau “lazarus”, dan kamu akan ngerti apa maksudku.๐Ÿ˜‰ *ini sekaligus menjawab pertanyaan, kenapa posting ini pake tag software*๐Ÿ˜€

21 Responses to Ganti pacar

  1. Dimas says:

    kakaka… dah serius baca, ternyata…๐Ÿ˜€

    salam kenal๐Ÿ˜‰

  2. andi bagus says:

    weleh weleh..sang pacar nya linux toh..๐Ÿ˜€

  3. venus says:

    aku tetep pacaran sama windows :p

  4. bee says:

    Ya… gini ini kalo playboy cap duren lapuk yg hobinya programming. Mekso!๐Ÿ˜€

  5. nieznaniez minggu tenang says:

    cari pacar aja susah. ihihhiii…

  6. MaNongAn says:

    harah bis, tak kiro awakmu ate gholek ojob lio.

    .::he509xโ„ข::.

  7. dimasu says:

    weks… ternyata oh ternyata… kamu berselingkuh dengan linux…

  8. ardiansyah says:

    untung di dunia os/software user cuma ada istilah pacar, bukan nikah.๐Ÿ™‚

  9. cret says:

    humm….
    poligami-ers….hihihihih..

    “saya harus yakin dengan linux nich… “ma pacar blm ah…masih pingin senang2..” hahahaha

  10. wong pakis says:

    Pacar Lama, sangat cantik penampilannya, modis, gaul, sayangnya banyak Virus .. ketombean .. penyakitan ..beberapa kali koma (Crash) .. sering dijailin orang.. (wew!!).
    Pacar Baru, lagi belajar mengatur tampilan, sangat protektif, virus gak demen … gaulnya aja sama setan dan iblis (Daemon), sering dioprek orang ..(Waks!!), susah komunikasi, baju-baju (baca: program/aplikasi umum) banyak yg gak cocok buat dia …
    Pacar Lama = Windows
    Pacar Baru = Linux
    Pilih sendiri dah …!!

  11. somat says:

    Pake windows itu ibarat onani. Dia cantik, gaul, tapi sifatnya masih kekanak-kanakan, gampang ngambek dan suka merajuk. Krn dia cantik dan gaul, wajar jika banyak org pengen ngisengin dgn berbagai cara. Sayangnya, bapaknya over-protektif, walaupun sebenarnya gak efektif. Apa2 harus pake ijin dulu, dan tentu sejumlah upeti yg gak sedikit. Itupun kita, pacarnya, hanya boleh melihat dari luar, meraba-raba dari luar, paling banter cuman bisa kita ajak jalan2. Tapi untuk bercinta dan menikmati seluruh keindahan di dalamnya, wah… gak mungkin deh.

    Sebaliknya kalo pake Linux. Dia memang gak terlalu cantik, tapi masih manis dan sedap dipandang. Rada kurang gaul sih, tapi sifatnya dewasa, mau membimbing dan mengajari kita. Karena kedewasaannya, org2 jadi sungkan untuk menjahilinya, bahkan respek padanya. Bapaknya liberal sehingga kita, pacarnya, boleh melakukan apa saja pada dirinya. Kalo kita udah jadian ama dia, kita bisa menikmatinya dgn penuh, luar dalam, tanpa batas. Orgasme sebenarnya bisa kita peroleh. Tapi hati2, jika Anda salah memperlakukannya, resiko ditanggung sendiri.๐Ÿ˜€

  12. tito says:

    tapi walaupun muncul software baru saya masih nyimpen cd software yang lama tu…klo cari pacar baru tapi nyimpen yg lama gimana ya?

  13. edo says:

    *ketipu set mode on

  14. evan says:

    asyem..ketipu..

  15. bee says:

    Bwahahahahaha…๐Ÿ˜€

    Buat yg merasa ketipu:
    Kalo mau diambil filosofi postingku di atas, sebenarnya itu juga bisa diterapkan pada pacar maupun “pacar”. Sama aja perlakuannya. Jadi, kalian gak bener2 ketipu kok. Perasaan ketipu muncul kan hanya gara2 ada “PS”-nya. Coba gak ada, emang bisa nangkep kalo itu buat software (juga)?๐Ÿ˜›

  16. GWnya says:

    walah…untung gw baca PS nya…bener -bner ketipu gw…tapi jgn2 itu beneran curhatannya..n karena malu so…dibikin PS yg mengarah ke SW…wehehehehe…pissss

  17. bee says:

    @GW-nya:
    *batuk* sssstttt *batuk*๐Ÿ˜€

  18. ZeAL says:

    Om… nasib kita serupa tapi tak sama.. Gue hampir ditinggal mati.. Hiks.. Hiks..
    http://www.monyetpinter.com/item/2007/01/hampir-menjadi-berita-duka-cita

  19. bee (yg lain) says:

    halaaahhh….halaaah…halaaahhh….huaaaaaammmm….

  20. Riyogarta says:

    Oalaaa, jadi sekarang pacaran ama yang mana?

  21. bee says:

    @riyogarta:
    Untuk sementara, memuaskan diri dulu dgn Linux Ubuntu. Sejauh ini cukup cocok dan gak ada masalah berarti. Ndak tau nanti.๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: