Bintang pasir

January 21, 2008

Sejak kecil, aku suka sekali menatap bintang. Buatku benda2 langit itu sangat indah dan menakjubkan. Saking kagumnya aku pada benda2 langit, aku dulu sempat ber-cita2 pengen jadi ahli astronomi dan berkesempatan terbang ke luar angkasa. Sewaktu kecil, seringkali aku membayangkan diriku jadi Superman, bisa terbang melanglang langit kemana pun aku suka, dalam waktu singkat. 😀 Kesukaanku terhadap bintang masih tetap sama hingga saat ini. Kalo sedang gundah atau boring, tapi males browsing, gak ada bacaan menarik, maka melihat bintang jadi penenang atau pencerah hati.

Seperti tadi malam. Kebetulan langit sedang cerah. Di halaman belakang aku nongkrong ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok. Kupandangi langit. Kupetakan bintang. Kucari rasi favoritku: Orion. Merenung, melamun, berkhayal. Oh ya, jam dinding waktu itu menunjukkan pukul 00.20 (WIB). 😛

Aku jadi teringat sebuah kisah. Begini… *halah*

Klik kalo mau tau kisahnya…

Advertisements

Miskin kultural

January 12, 2008

Khutbah Jum’at di mesjid Raden Patah tadi siang, topiknya tentang hijrah. Singkatnya, aku menangkap inti dari khutbah ada 2 hal, yaitu:

  • Tidak ada yg tidak mungkin jika kita benar2 berkemauan kuat untuk berusaha mewujudkannya.
  • Kita harus adaptif terhadap perubahan dan mau melakukan perubahan jika ingin sukses dalam hidup, baik dunia maupun akhirat.

Khatib juga menyinggung bahwa hanya faktor waktu yg bisa menghentikan usaha dan perubahan, selain itu hanyalah alasan atas kemalasan. Hmmm… rasanya secara konsep gak jauh berbeda dgn apa yg pernah aku tulis sebelumnya.

Setelah sholat Jum’at, entah angin apa yg membuatku bertemu dgn kakak angkatanku semasa kuliah. Namanya adalah Handoko. Semasa kuliahnya, dia dikenal sbg aktivis kampus khususnya di bidang sosial dan politik. Sebagaimana umumnya aktivis kampus, kuliahnya juga keteteran. Kondisi dia saat ini, boleh dibilang cukup makmur dan sukses.

Read the rest of this entry »