Lebaran Kelabu

September 29, 2008

Jum’at, 2 hari sebelum Lebaran, 4 tahun yg lalu

Sebelum Dhuhur

Aku sedang asik membaca sebuah majalah di ruang tamu. Di ruang depan, yg jadi toko tempat usaha Papa, kudengar Papa menyuruh adikku mengantar pesanan minyak tanah ke pelanggan.

“Zil, tolong antar truk minyak tanah itu ke pelanggan. Papa lagi kurang enak badan”, perintah Papa.

“Baik, Pa”, jawab adikku.

Papa kemudian menyebutkan nama2 pelanggan yg harus dikirimi minyak tanah. Beberapa kali Papa mengingatkan alamat dan ancer2 lokasi beberapa pelanggan. Aku tau Papa pasti menyebutkan itu sambil menyerahkan catatan nama, alamat, dan jumlah kiriman tiap pelanggan. Adik bungsuku itu memang agak pelupa.

“Jika pengantaran lancar, kamu seharusnya bisa sampai di rumah sebelum Dhuhur. Hanya mengantar ke 4 pelanggan aja kok”, ujar Papa.

“Kalo gak bisa, kamu sholat Jum’at di mesjid terdekat aja, bareng supir truk”, lanjut Papa.

“Iya, Pa”, jawab adikku lagi.

Tak lama kemudian aku dengar suara mesin truk minyak tanah menjauh.

Sampai aku berangkat sholat Jum’at, adikku belum pulang dari mengantar minyak.

Setelah dhuhur…

Advertisements