Golongan Pelangi

March 23, 2009

Pemilu sudah dekat, tinggal dalam hitungan hari saja. Wajar kalo semua orang menunjukkan kepedulian, sekaligus ketidakpeduliannya, terhadap pesta demokrasi ini. Ya, memang pesta, super pesta malah. Gimana gak disebut pesta kalo hajatan ini denger2 telah menelan biaya puluhan triliun rupiah, bahkan kata beberapa sumber sudah melewati angka 100 triliun rupiah! 😯 Oh ya, itu sebagian besar dari duit kita, duit rakyat!

Mungkin tiap hari kita udah bosen denger pertanyaan yg diajukan rekan/teman/tetangga/saudara, yg kurang lebih berbunyi, “kamu pilih partai apa?”, “siapa yg kamu dukung jadi presiden?”, “kamu gak milih partai X?”, dlsb, dst. Berhubung aku gak suka politik, apalagi macam perpolitikan di Indonesia ini, pertanyaan2 gitu kadang bikin males aja. Mau gak dijawab gimana, dijawab juga gimana, jadinya serba salah. Apapun jawabannya, biasanya akan berbuntut panjang mengarah ke diskusi politik. Apalagi kalo jawabannya golput. Wah, kalo gak dapet dukungan, ya dapet cemoohan, atau kadang dapet ceramah, gratis! 😀

Read the rest of this entry »

Advertisements

Akhirnya, bisa “ngebut” di rumah

March 20, 2009

Akhirnya, setelah seminggu macet, internet di rumah bisa ngebut lagi!

Speedy speed test result

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berarti udah bisa pulang rada sorean, lanjut kerja di rumah. 😀


AppBundle kampret!

March 12, 2009

Ya, ini bukti bahwa kadang kesalahan dalam programming gak selalu krn hal2 yg rumit. Seringkali justru programmer dibikin pusing tujuh belas keliling gara2 kesalahan yg sepele. Justru krn sepele itu, programmer sering menganggap enteng dan gak nyangka bahwa hal yg sepele itu yg jadi sumber masalahnya.

Hari ini aku dibikin pusing hanya gara2 kelewatan untuk gak mencentang sebuah opsi. Krn kesalahan yg super-duper sepele itu, aku telah membuang waktu sekitar 4 jam. Seperti biasa, aku develop programnya di MacBook Pro menggunakan Lazarus. Kebetulan ini adalah aplikasi web, menggunakan ExtPascal. Namun gak seperti biasanya, kali ini aku melibatkan sebuah file konfigurasi untuk memudahkan penyesuaian nanti saat deployment dan implementasi.

Saat debugging, hal “aneh” terjadi. Seluruh nilai yg seharusnya diambil dari file konfigurasi selalu berisi nilai default, se-olah2 aplikasi gagal membaca isi file konfigurasi. Padahal file konfigurasi sudah berada di tempat seharusnya, dan seluruh nilainya bukan nilai default. Sudah aku cek permission file, lokasi file, lokasi executable, semuanya sudah benar. Baris-per-baris logika program aku petakan, aku pikir pasti ada yg salah dgn caraku membaca nilai dari file konfigurasi. Walaupun rasanya rada aneh juga sih, masa’ cuma baca nilai dari file konfigurasi aja salah sih, itu kan gampang banget. Tapi, tetep aja belum ketemu. Rasanya waktu itu bener2 misterius deh. 😀

Read the rest of this entry »