KATAKAN CINTA (2): Masa Kuliah

dari… Katakan Cinta (1)

Setelah lulus SMA, kami berpisah. Aku kuliah di Malang. Dia kuliah di Surabaya. Setelah banyak belajar tentang wanita dari temen2 kampus, aku sadar betapa bodohnya diriku waktu SMA dulu. Aku bertekad untuk mencarinya dan menembaknya, apa pun resikonya. Yg penting aku sudah menyampaikan perasaanku. Aku hanya berharap mudah2-an belum terlambat.

Semester 6 kuliah, aku mencari dia di Surabaya. Info tempat kosnya aku peroleh dari ortunya, kebetulan ortunya masih inget kalo aku temen SMA dia. Berbekal alamat yg diberikan ortunya, walaupun aku belum pernah tau daerah itu, aku optimis aja. Syukurlah, setelah seharian mencari *Surabaya panas!*, akhirnya ketemu juga tempat kosnya.

Hari sudah sore ketika aku duduk di ruang tamu kosnya. Dia belum muncul, sedang dipanggil. Tak lama kemudian, dia sudah berdiri di depan pintu. Dia hanya diam, memandangiku. Raut wajahnya menunjukkan campuran rasa senang, kaget, dan mungkin juga heran atau tak percaya, ntahlah. Dia masih cantik dan gak banyak berubah. Aku menguluk salam. Dia kemudian duduk. Kami hanya saling pandang dalam diam selama beberapa menit.

Dia memulai pembicaraan terlebih dahulu. Tanya kabar dan basa basi lainnya. Kami sama2 kikuk. Tapi perlahan kami mulai akrab kembali dan obrolan semakin hangat. Tanpa terasa hari sudah petang, aku pun pamit undur diri. Apa aku sudah menembaknya? Belum. Bukan krn takut seperti waktu SMA dulu, tapi aku sedang menyiapkan skenario khusus untuknya.

Aku belum pernah menembak cewek sebelumnya, tentu aku gak mau tembakan pertamaku gagal. Aku ingin memastikan cintaku tidak bertepuk sebelah tangan sebelum aku menembaknya. Strategi pertamaku tentu saja adalah pendekatan. Setelah kunjungan pertama, dua minggu kemudian aku mengunjunginya lagi. Kunjungan dua minggu sekali aku lakukan selama kurang lebih dua bulan. Dalam masa dua bulan tsb kami sudah cukup akrab, termasuk bertukar nomor telepon kos. *waktu itu belum ada HP, jadul banget ya?*😀 Tapi hubungan kami masih sebatas teman. Kunjunganku tak lebih dari ngobrol dan bertukar cerita di ruang tamu kosnya.

Setelah frekuensi dua minggu sekali, kunjungan aku tingkatkan jadi seminggu sekali. Kunjungan seminggu sekali ini aku lakukan selama kurang lebih sebulan. Aku juga sudah menggunakan media telepon agar hubungan kami lebih intens. Teknik flirting juga sudah mulai aku terapkan. Kunjunganku tak lagi hanya ngobrol di ruang tamu, tapi mulai berkembang ke acara makan siang dan makan malam. Berdua, tentu saja. Kontak fisik juga ada peningkatan. Aku udah mulai berani menggandeng tangannya, merangkulnya, kadang juga berbisik di dekat telinganya. Sejauh ini, dia tampak cukup menikmati hubungan dan kedekatan kami. Status teman boleh dibilang udah meningkat menjadi teman dekat.

Memasuki bulan selanjutnya, aku udah mulai berani mengajak dia bermain ke Malang. Ternyata, dia gak keberatan. Hmmm… strategiku rupanya mulai menunjukkan hasil. Tiap minggu kami bergantian saling mengunjungi. Frekuensi dan durasi telepon juga semakin tinggi. Kalo bulan sebelumnya hanya seminggu sekali, sekarang seminggu bisa dua hingga tiga kali. Kalo sebelumnya kami ngobrol di telepon hanya 15 hingga 30 menit, sekarang bisa 1 hingga 2 jam. Aku udah berani bilang bahwa hubungan kami udah masuk tahap TTM (teman tapi mesra). Hanya tinggal menunggu momen yg pas aja untuk melakukan penembakan.

Dan momen tak terlupakan itu pun tiba. Saat dia main ke Malang, dia minta ijin pinjam kamarku untuk berbenah diri. Tentu aja aku mengijinkan dgn senang hati. Belum pernah ada cewek yg masuk ke kamarku sebelumnya. Saat dia menyisir rambutnya, aku melihat dia mengenakan kalung hadiah ultah pemberianku. Tentu saja ini kejutan bagiku. Aku sama sekali gak menyangka dia masih menyimpan bahkan mengenakan kalung itu. Aku dekati dia dan kupeluk dari belakang. Dia agak kaget tapi tidak ada penolakan. Duh, bau tubuh dan rambutnya benar2 memabukkan. Belum pernah aku sedekat itu dgn cewek.

Setelah hampir seharian kami jalan2 di kota Malang, sorenya aku mengantarnya pulang ke Surabaya. Tidak seperti biasanya aku mengantar dia hanya sampai terminal Arjosari Malang, kali ini aku mengantarnya hingga ke kosnya. Semula dia menolak, tapi aku tau penolakannya hanya basa-basi, binar matanya tak bisa membohongiku. Aku bersikeras mengantarnya ke Surabaya. Hari itu aku udah membulatkan tekad untuk menembaknya. Tidak ada persiapan khusus. Singkat cerita, kami pun sudah tiba di Surabaya. Aku mengajaknya ke sebuah restoran kecil, dgn alasan aku kelaparan. Kami berdua duduk berhadapan di sebuah meja kecil di sudut restoran.

“Capek?”, tanyaku membuka percakapan.

“Iya, tapi gak papa, asik kok jalan2 ke Malang.”, sahutnya sambil tersenyum.

Setelah basa-basi sebentar, aku mulai masuk ke topik pembicaraan inti. *cieee…*😀

“Kita udah sama2 dewasa, bukan lagi ABG. Tentu kamu udah bisa menebak alasanku mencarimu dan mendekatimu lagi setelah sekian lama kita berpisah.”, ujarku mulai membuka topik. Dia sedikit terkejut mendengar perkataanku, mungkin dia gak menyangka aku akan menembak hari ini. Dia hanya terdiam.

Aku melanjutkan, “Aku juga yakin kamu udah tau perasaanku padamu. Bukan hanya saat ini, mungkin bahkan sejak kita masih SMA dulu. Jujur saja, kamu cinta pertamaku. Kamu tentu tau, first love last forever. Aku tak bisa melupakan kamu. Bahkan, aku masih tetap cinta sama kamu, sejak pertama aku kenal dirimu saat kelas 1 SMA dulu.”

Dia mulai salah tingkah. Aku menangkap adanya kebingungan dalam gerak tubuh dan sorot matanya. Dia gak berani menatap wajahku.

“Maukah kamu menerima cintaku?”, kata itu meluncur dari mulutku. Rasanya plong banget hati ini. Apa yg aku simpan selama ber-tahun2 akhirnya terucapkan juga.

Dia tetap terdiam. Aku pun diam. Kuberi dia kesempatan untuk menata hati dan mempersiapkan jawaban.

“Aku nggak bisa, Bee.”, ujarnya setelah beberapa menit kami dalam diam.

Walaupun aku gak menyangka jawaban dia akan begitu, tapi aku masih bisa menahan perasaan. Bagaimana pun, aku juga harus menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Salah satunya adalah jawaban seperti itu.

“Aku udah punya tunangan, Bee. Kamu terlambat 1 tahun.”, dia menjelaskan lebih lanjut.

Nah, ini benar2 di luar dugaanku sama sekali. Aku sama sekali gak tau atau pun terbersit bahwa dia punya tunangan, apalagi setelah hubungan kami sedemikian dekatnya. Aku hanya terpengarah mendengar jawabannya.

“Kok bisa?”, tanyaku agak tercekat.

“Ceritanya panjang, lain kali aja aku ceritakan, tidak hari ini. Kamu lebih baik pulang dulu ke Malang.”, jawabnya.

“Berarti, aku masih boleh menemui lagi?”, tanyaku dgn sedikit heran. Entahlah, aku bingung dgn sikapnya. Sama bingungnya dgn diriku, apakah harus sedih atau senang.

“Iya, minggu depan kau mainlah kesini. Sekarang kamu pulang dulu aja. Besok kita sama2 punya jadwal kuliah.”

“Baiklah kalo begitu.”

Kami pun berpisah. Dia menuju ke kosnya. Aku kembali ke Malang.

Dalam perjalanan ke Malang, pikiranku berkecamuk dgn beragam pertanyaan. Benar2 aku bingung dgn sikapnya. Jika dia udah setahun bertunangan, kenapa dia masih memberi peluang aku mendekatinya? Apa maksudnya? Siapa tunangannya? Kok dia sama sekali gak pernah menyinggung hal itu sebelumnya?

Tapi aku memantapkan hatiku. Tidak ada kata menyerah sebelum janur kuning melengkung. Maju terus pantang mundur! Cinta pertama layak untuk diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. *halah!*😀

bersambung… Katakan Cinta (3)

4 Responses to KATAKAN CINTA (2): Masa Kuliah

  1. Fajar says:

    wkakak ditunggu mas episode ke tiga nya,,Coba kalo tutorial delphi kaya gini gk bakal boring,heheh

  2. […] Katakan Cinta (2) Like this:LikeBe the first to like this […]

  3. […] navigation « Previous Post Next Post […]

  4. […] kisah lengkapnya di: – Katakan Cinta (1): Masa SMA – Katakan Cinta (2): Masa Kuliah – Katakan Cinta (3): Akhir Cinta Pertama Like this:LikeBe the first to like this […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: