Menolak Cinta

Suatu malam di salah satu kafe murah meriah di seputaran Kertoraharjo Malang. Kawasan Kertoraharjo adalah pusat kos2-an untuk mahasiswa Unibraw, ITN, STAIN Malang, dan perguruan tinggi lain di sekitar daerah Dinoyo.

“Mas Bee, menurut Mas, hubungan kita gimana sih?”, tanya seorang cewek manis yg sedak duduk di depanku.

“Maksudnya?”, aku berlagak pilon.😀

“Mas Bee sayang gak sih sama aku?”

“Ya jelas sayang dong! Kamu baik kok, manis lagi.”

“Ah, mas Bee bisa aja.” Si gadis tersenyum malu2. She’s blushing.

“Kok tanya begitu, ada apa?”

“Nggak papa, pengen tau aja.”

“Ooo…”

Pelayan kafe datang mengantarkan makanan pesanan kami. Kami sama2 terdiam beberapa saat. Kemudian si gadis bertanya lagi.

“Errr… Mas…”

“Iya.”

“Errr… Mas…” Dia mulai nampak gugup.

“Ada apa sih, dik? Ngomong aja. Kamu punya masalah sama pacarmu?”

“Aku kan gak punya pacar, Mas. Mas juga udah tau kok.”

“Oh iya, lupa.😀 Trus kenapa, ada masalah dgn sahabat? dgn dosen?”

“Nggak juga sih. Aku punya masalah sama Mas.”

“Heh? Masalah sama aku? Masalah apa? Kita baik2 aja kan? Lah ini buktinya lagi makan bareng.”

“Iya, aku punya masalah sama Mas.”

“Masalah apa?”

“Aku suka sama Mas.”

Waduh, mati aku! Ujarku dalam hati. Harus gimana nih? Kacau! Aku diam saja. Pikiranku berputar untuk mencari cara penolakan yg halus. Dia memang baik. Dia memang manis. Tapi aku menganggap dia sebagai teman baik, tak lebih tak kurang. Dan ini pengalaman pertamaku “ditembak” cewek.

“Mas… Mas mau kan jadi pacar aku?”

Aku bingung harus menjawab apa. Pikiranku masih ber-putar2 tapi belum menemukan solusi yg tepat.

“Mas?”

“Eh, iya?”

“Mas mau kan?”

“Errr… iya deh.”

“Loh, kok ada “deh”-nya?”

“Kenapa?”

“Mas nggak jawab serius pertanyaanku, ya?”

“Errr… iya.”😀 *hadoh!*

Dia menunduk. Tak lama kemudian dia memandangku. Aku salah tingkah. Aku sadar kalo aku sudah menyakiti hatinya. Mata beningnya ber-kaca2.

“Mas kok tega banget sih njawab begitu?”

“Dik, aku sayang sama kamu. Tapi aku menganggapmu sebagai adik dan teman baik. Itu saja.”

Sebutir air matanya jatuh. Perlahan dia berdiri dari tempat duduk.

“Aku mau pulang aja mas.”

“Loh, jangan gitu. Duduk dulu lah. Kita bisa bicarakan hal ini baik2.” Aku berusaha menenangkan dirinya, walaupun jantungku juga masih berdegup kencang.

“Nggak, aku mau pulang!” Nadanya sedikit meninggi.

“Ini makanan yg kita pesan belum dimakan. Sayang kan?”

“Biarin! Pokoknya aku mau pulang sekarang!”

Daripada bikin ribut di kafe ini, aku pikir lebih baik aku menurutinya saja. Kami kemudian meninggalkan kafe tsb.

“Mas nggak perlu mengantar aku pulang. Aku mau pulang sendiri.”

“Nggak papa. Biar mas antar kamu pulang.”

“Nggak mau!”

“Ya sudah.” Aku pun mengalah.

Aku berjalan gontai menuju tempat kosku. Sepanjang jalan, aku mentertawakan diriku sendiri. Betapa bodohnya caraku tadi menolak cinta seorang cewek.

Beberapa hari dia tidak menghubungi aku. Aku pun tidak berusaha menghubungi dia. Aku rasa dia perlu waktu untuk dirinya sendiri.

Seminggu berlalu. Aku ke kosnya. Bagaimanapun dia masih aku anggap teman. Aku ingin tau bagaimana kabarnya. Ternyata dia sudah pindah! Dan tak seorang pun teman kosnya yg tau kemana dia pindah. Andai di antara mereka ada yg tau, nampaknya mereka tidak mau memberitahuku juga. Oh ya, waktu itu masih belum ada telepon genggam.

Tamatlah sudah. Bersamanya pergi pula 3 buku, 2 kaset, dan 1 jaket milikku yg sedang dia pinjam. Nasib, nasib!

16 Responses to Menolak Cinta

  1. warm says:

    nasib, mas😀

    salam !

  2. ulan says:

    jadi ndatengin kost nya mau nagih barang yang di pinjem dengan alibi pengen tau kabar nya ya mas??
    ngaku deh… hhihihihiih

  3. setia says:

    wah beneran nih cerita, keren2 true story ha ha ha ….

  4. jaim says:

    Jadi beratnya bukan karena kepergiannya, tapi karena barang pribadi yang turut serta menyertai kepergiannya ya… ha ha ha ha.

  5. Fajar says:

    walah sayang itu buku sama jaket nya di bawa juga wkakakakak

  6. buku2 yg kebawa itu kenang2an dari pacarnya yg satulagi ya? :D:D:D

  7. nikee1508 says:

    hahahahha….
    seru….!!! :Dd

  8. saysansay says:

    om bee…ternyata idola juga to…cara yg buruk menolak. mbok yo dipending dulu jawabnya..

  9. Oguds says:

    Ini blog koq isinya percintaan melulu ya? Mana donk tips dan trick Delphi-nya? Pembaca kecewa neh.🙂

  10. tendafahmi says:

    sumpah ngakak ternyata programmer canggih seperti mas bee punya cerita lucu juga…kirain orangnya serem n serius..hahahahahaha

  11. wah beneran nih cerita,love story yg keren,,,nice,,,i like

  12. Aryo Sanjaya says:

    kok ada Akselera di atasku?

  13. dikrie says:

    ngakaaaaaaakkkk😀

  14. bee says:

    @tendafahmi: Loh, jgn salah… saya ini serem dan serius, Sule aja kalah!😀

  15. hendra says:

    weh..kenapa gak diterima aja..kasihan tu cewek..brow

  16. eMina says:

    wow…😯

    *ngakak guling2 sampe kejedot meja*

    ahem, maaf. Tapi cerita ini lucu sekali:mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: