Menghadapi wawancara kerja Programmer

Kebetulan hari Minggu ini sedang gak ada kerjaan dan gak ada acara keluar rumah krn anak2 sedang pilek semua, saya mencoba mengisi waktu luang dgn menulis tentang bagaimana seorang programmer menyiapkan diri untuk wawancara pekerjaan. Sebagai programmer, tentu saja. Jika anda programmer yg melamar pekerjaan lain, jadi office boy misalnya, gak usah repot2 membaca artikel ini. Artikel saya susun bermodalkan berbagai referensi di internet yg pernah saya baca, plus pengalaman pribadi. Semoga bermanfaat dan selamat menikmati.

PERSIAPAN SEBELUM WAWANCARA

1. Kenali perusahaan tempat anda melamar. Kunjungi situs webnya, atau kalau perlu kunjungi langsung kantornya, datangi bagian PR-nya. Syukur2 kalo staf PR-nya cakep dan mau jadi pacar anda, anda bisa dapat dua keuntungan sekaligus: pekerjaan dan jodoh. Ya, paling nggak salah satunya lah. Tentu jgn lupa untuk menggali informasi sebanyak mungkin, khususnya pada bagian/divisi dimana pekerjaan berada. Jangan sampai anda nyerocos tentang bisnis rokok, padahal anda melamar di divisi TI perusahaan sepatu. Nggak lucu itu!

2. Pahami bidang dan spesifikasi pekerjaan yg anda lamar. Pastikan kemampuan anda bisa memenuhi spesifikasi minimal yg dibutuhkan. Kecuali jika spesifikasi pekerjaannya membutuhkan Superman, maka anda gak perlu repot2 melamar, kecuali anda memang Superman. Salah satu ciri spesifikasi pekerjaan yg baik dan profesional adalah spesifikasi pekerjaan yg jelas dan terbatas ruang lingkup keahliannya. Jika yg dibutuhkan programmer tapi juga dituntut harus bisa menggali sumur, lebih baik anda mencari lowongan kerja yg lain saja.

3. Siapkan lapak jualan anda. Saat anda melamar pekerjaan, bisa dikatakan anda sedang menjual diri anda, dalam konteks positif tentu saja. Ada 2 hal yg perlu dipersiapkan: ilmu dan karya. Ilmu, artinya teori yg terkait dgn pekerjaan yg anda lamar, misal teori tentang struktur data, algoritma pemrograman, dst. Karya, artinya hasil karya yg pernah anda hasilkan dan menurut anda layak untuk dipamerkan pada pewawancara. Jika karya anda sedang atau pernah digunakan di tempat kerja sebelumnya, pastikan anda tidak membocorkan rahasia perusahaan tsb, krn akan menimbulkan persepsi buruk pada loyalitas dan profesionalisme anda.

SELAMA PROSES WAWANCARA

4. Santai dan tenang, nikmatilah proses wawancara. Jangan pernah menunjukkan ekspresi tegang atau panik selama wawancara. Sekali anda panik dan tegang, maka kontrol diri anda akan lemah yg menyebabkan anda tidak fokus dan pikiran bekerja kurang optimal. Usahakan ikuti gaya komunikasi pewawancara. Jika dia cenderung serius dan formal, maka anda sebaiknya juga serius dan formal. Jika dia humoris dan informal, maka ikuti pula gayanya. Peringatan: jangan cengengesan dan SKSDSA (sok kenal sok dekat sok akrab)! Sikap seperti itu terlalu berlebihan dan hanya membuat pewawancara ingin muntah.

5. Jujur dalam memberi jawaban atau pernyataan. Jangan memberi jawaban seadanya, tapi jangan pula berlebihan. Sesuaikan jawaban anda dengan kadar keilmuan dan pengalaman anda. Jika anda tidak bisa menjawab atau tidak tahu jawabannya, maka jujur saja. Jangan mencoba ber-belit2 atau ber-belut2 untuk menutupi ketidaktahuan anda krn anda bisa terjebak dgn jawaban anda sendiri. Apalagi mencari kambing hitam atas ketidaktahuan anda. Cukuplah kambing hitam anda jadikan kurban di hari raya, jangan tambah lagi derita kambing! Kasihan.

6. Cerdas dalam memberi jawaban atau pernyataan. Salah satu ciri orang cerdas adalah kemampuan menjelaskan hal yg rumit secara sederhana. Memberi penjelasan atau jawaban yg relatif singkat, tepat sasaran, serta mudah dipahami, itu tidak mudah lho. Penjelasan yg terlalu panjang lebar dan menyinggung banyak hal (walaupun masih terkait) tidak membuat anda tampak cerdas, justru sebaliknya, bahkan jika anda benar2 menguasai apa yg anda sampaikan. Bagaimana memberi jawaban yg cerdas?

a. Singkat, tepat, padat. Menyusun jawaban atau penjelasan yg demikian seharusnya telah dilatih sejak jauh2 hari sebelum wawancara, kalau perlu sejak masih sekolah/kuliah. Jika agak rumit, anda bisa menggunakan analogi yg tepat untuk membantu menyederhanakan penjelasan anda. Jangan seperti politikus yg mbulet dan panjang lebar tapi gak jelas juntrungannya, kecuali anda melamar pekerjaan di parpol.

b. Kaitkan jawaban anda dgn dasar teori terkait. Ini akan menunjukkan bahwa anda punya ilmu yg cukup untuk jawaban anda. Tapi jgn berlebihan krn anda sedang diwawancara, bukan memberi kuliah umum. Anda gak mau pewawancara anda tertidur bukan?

c. Kaitkan pula jawaban anda dgn hasil karya anda, jika ada. Ini akan menunjukkan bahwa anda tidak sekedar paham teori, tapi juga menguasai bagaimana cara menerapkannya. Namun jangan sampai berlebihan juga. Jangan lupa, anda sedang melamar sebagai programmer, bukan pemasaran atau humas.

d. Jika diperlukan, gunakan gambar/diagram/peraga, secukupnya dan secara tepat. Ini biasanya jika terkait hal2 yg bersifat teknis. Jika di ruangan ada alat bantu untuk itu, tidak perlu sungkan untuk menggunakannya. Tentu saja anda harus minta ijin pewawancara dulu. Jangan sampai anda diusir keluar ruangan krn lancang.

e. Jika anda tidak mengetahui jawabannya, jangan beri jawaban putus asa atau “kosongan” seperti “maaf, saya tidak tahu, pak/bu”. Usahakan anda beri jawaban yg agak mengarah, hint2, kisi2, tanpa perlu terkesan sok tahu, apalagi meng-ada2. Misal jika ditanya “apa yg anda ketahui tentang firebird?”, anda bisa menjawab “sepanjang yg saya tahu, firebird itu adalah database engine yg open source, selebihnya saya kurang tahu, maaf”. Tapi jika anda benar2 tidak tahu sama sekali, gak perlu maksa. Terima nasib sajalah.

7. Jika anda diminta membuat program saat wawancara, pastikan beberapa hal sebelum anda memulai menulis program, antara lain:

a. Pastikan anda benar2 memahami persoalan yg harus dipecahkan. Jangan sungkan untuk menanyakan hal2 yg kurang jelas pada pewawancara. Tapi juga jangan kebanyakan bertanya, agar tidak terkesan anda tidak siap atau tidak bisa. Sebagian pewawancara juga menilai kejelian dan ketelitian anda saat memahami persoalan yg diberikan, berdasarkan pertanyaan anda. Tak jarang persoalan mengandung jebakan yg hanya bisa dihindari jika anda berani bertanya pada pewawancara. Waspadalah! Waspadalah!

b. Pastikan anda bisa memberikan solusinya dalam bentuk program. Jangan ter-buru2 menulis program, berpikirlah dahulu, tapi jangan lama2. Kalau perlu, susun solusi dalam bentuk coretan diagram atau sketsa sebelum diterjemahkan ke dalam baris program. Tapi tidak perlu bagus2 krn anda tidak sedang ikut lomba menggambar.

c. Jika ternyata anda tidak bisa memberikan solusi, tidak perlu meng-ulur2 waktu, jujur saja katakan anda tidak bisa menyelesaikan persoalan yg diberikan. Tapi jangan lupa pula poin 6.e di atas.

d. Pastikan anda tahu batasan waktu yg diberikan untuk menyusun program. Jika pewawancara tidak menyebutkannya, tanyakan! Tidak mungkin anda diberikan waktu tak terbatas, krn di-mana2 kantor ada jam kerjanya. Emang anda mau tidur di kantor itu? Mungkin anda mau, tapi kantornya pasti tidak akan mau.

e. Usahakan selesaikan program sedikit lebih cepat dari batasan waktu yg diberikan. Jangan sampai pewawancara menunggu jawaban anda, walaupun hanya kurang sedikit. Kira2 10%-15% lebih cepat, sudah cukup memberikan kesan positif bagi pewawancara.

f. Perhatikan apakah pewawancara mengamati atau tidak saat anda sedang menyusun program. 

– Jika iya, maka ber-hati2-lah saat menulis program. Kurangi usaha coba2 (trial and error), pikirkan matang2 apa yg akan anda ketik. Tunjukkan bahwa anda terbiasa menyusun dan mengetik program. Misal, tidak mungkin programmer yg terlatih masih men-cari2 huruf di papan ketik. Kemungkinan besar ketangkasan dan daya analisis anda dalam menyusun program juga dinilai oleh pewawancara. Seringkali corat-coret anda di poin 7.b di atas juga diminta oleh pewawancara.

– Jika tidak, maka anda bisa sedikit lebih bebas krn biasanya pewawancara cenderung menilai dari hasil akhirnya saja. Namun tidak ada ruginya jika anda selalu berasumsi pewawancara sedang memperhatikan anda. Siapa tahu ada org lain yg memperhatikan dari tempat tak terlihat?

g. Jelaskan program sesuai poin 6 di atas. Jika pewawancara meminta anda menjelaskan program yg telah anda buat, perhatikan kembali poin 6.a-d (akan lucu jika anda menggunakan poin 6.e).

8. Tunjukkan harga diri anda. Betul, anda sedang butuh pekerjaan. Tapi, jangan pernah menunjukkan kesan mengemis pekerjaan krn anda tenaga kerja profesional, bukan TKI. Kalo perlu, tunjukkan bahwa perusahaan yg anda lamar juga butuh tenaga kerja seperti anda. Tentu saja, jangan sampai terkesan anda sombong dan jual mahal. Saya jamin anda tidak akan diterima kalau begitu.

DI AKHIR WAWANCARA

9. Ajukan pertanyaan pada pewawancara. Hal2 yg bisa ditanyakan antara lain meminta umpan balik atas “jualan” anda, bisa atas CV anda, atau beberapa jawaban2 yg mungkin anda ragukan kebenarannya, dst. Bisa juga anda menanyakan tindak lanjut setelah wawancara ini, apakah ada panggilan selanjutnya, kapan kepastiannya, siapa yg bisa dihubungi untuk konfirmasi, dsb. Ingat, anda bertanya, bukan interogasi.

SETELAH WAWANCARA

10. Hubungi lagi perusahaan yg anda lamar tsb untuk konfirmasi tindak lanjut setelah wawancara. Jika anda sudah kenal staf PR-nya, tidak ada salahnya mencoba mengajak dia kencan. Siapa tahu, anda tidak diterima kerja, tapi bisa punya gebetan baru. Lumayan kan?

N.B. (nambah):
Bawalah laptop!
Tentu yg telah diisi amunisi dan perangkat “perang” yg dibutuhkan. Jaman sekarang hampir tidak mungkin seorang programmer atau lulusan jurusan TI tidak mempunyai laptop. Jika benar2 tidak punya, pinjam ke teman anda! Belum tentu perusahaan akan menyediakan laptop bagi para pelamar kerja (krn berbagai hal).

8 Responses to Menghadapi wawancara kerja Programmer

  1. Wisnu says:

    Tambah: matikan hp selama interview berlangsung. Sepele tapi kalau dilanggar annoying.

  2. ulan octavia says:

    semoga berhasil ^_^

  3. saat itu posisinya, saya sebagai pelamar dan bung Bee sebagai pewawancara….
    dari tips diatas, jauh banget dari yang saya siapkan… postingnya gak dari dulu sih om…😀

  4. BD says:

    postingan ini saya rekomendasikan ke bbrp teman saya, mereka kebingungan juga kalo mau melamar nyari² kerja
    saya sih di samping usia sudah ‘comfort’ xixixi

  5. alrisblog says:

    Tambah: Walaupun staff hrd ceweknya cakep gak ketulungan dan masih available jangan pernah ngajak kedip-kedipan mata saat anda diwawancara, dijamin tidak akan ada tindak lanjut walaupun hasil tes anda sangat memuaskan. Wakaka…
    Salam kenal,
    Alris
    http://alrisblog.wordpress.com

    *maaf numpang iklan,🙂

  6. Maximillian says:

    Pasar SDM untuk industri kuartener di Indonesia belum terbentuk dengan sempurna.

    Pelemparan isu “Industri Kreatif”, menimbulkan euforia yang mendorong terbentuknya suplai SDM ke pasar tenaga kerja, tanpa imbangan yang kuat dan sepadan, dari kebutuhan ( demand) belum sebesar suplai, ada over suplai, bahkan sudah masuk ke SMK pemrograman, tenaga yang siap pakai dan harus “hangat”.

    Butuh pertumbuhan ekonomi yang seimbang, antara pengusaha yang membangun industri, dan suplai tenaga kerja profesional, sebagai faktor produksi.

    Mampir, Oom Bee🙂

  7. Bee says:

    @Max: Aduh… mas ini komennya pasti ‘berat’, susah juga nanggapinya. Hehehe… Makasih atas kunjungannya. Sebuah kehormatan bagi saya dikunjungi oleh anggota senior politikana.com.🙂

  8. Rozi Hidayat says:

    @rozzi
    thank’s infonya gan..
    semoga bermanfaat buat saya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: