SUC: Pelawak atau Komedian?

Ngobrol2 dgn @dbaonk ttg stand-up comedy (#suc), jadi pengen nyampein kritik nih. Semoga diterima dgn positif, krn saya juga penikmat.🙂
Fri Mar 23 2012 – 11:09:15

Berawal dari pengistilahan yg tampaknya cukup ber-belit2, saya menangkap adanya gejala euforia dan ekslusifisme dari para pelaku #suc.
Fri Mar 23 2012 – 11:11:29

Sbg sebuah seni baru (impor), saya pikir hal tsb wajar2 aja. Para pelakunya ingin tampil beda, masih kental dgn idealisme, dst. #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:15:18

Tapi makin lama saya liat kok makin berlebihan. Aroma eksklusifnya makin kuat. IMO, hal ini perlu diingatkan supaya gak kebablasan. #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:20:02

Sbg bagian dari seni lawak, esensi dan idealisme #suc sama aja dgn “genre” lawak lainnya. Yaitu sama2 sampaikan pesan melalui kelucuan.
Fri Mar 23 2012 – 11:22:18

Krn itu, keengganan pelaku #suc utk gunakan istilah “pelawak”, terus terang sedikit mengusik nurani saya. Ada aroma arogansi. CMIIW.
Fri Mar 23 2012 – 11:24:22

Memang skrg kesan istilah “pelawak” cenderung sbg hiburan belaka. Nyaris tak ada idealisme seni. Jadi, tak bisa salahkan #suc spnuhnya juga.
Fri Mar 23 2012 – 11:28:57

Tapi, IMO itu cuma dinamisasi saja. Tak ada jaminan #suc ke depannya akan bisa terus jaga idealisme. Dan itu belum tentu hal yg buruk.
Fri Mar 23 2012 – 11:31:41

Ada penikmat yg memang ingin cari “nilai tambah” dari sebuah seni. Tapi ada juga penikmat yg sekedar ingin cari hiburan saja. #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:32:51

Pelaku #suc pun juga begitu. Ada yg ingin tetap idealis, tapi ada juga yg ingin pragmatis. Dan IMO itu wajar saja. Alami. Tak harus dicegah.
Fri Mar 23 2012 – 11:33:51

IMO, #suc tak lebih dari “genre” saja dlm seni lawak. Tak lebih tak kurang. Bagaimana eksekusi di lapangan, serahkan pada masing2 pelaku.
Fri Mar 23 2012 – 11:35:22

Kembali ke masalah istilah. IMO, tak perlu #suc serap istilah baru. Gunakan saja “pelawak tunggal”. Scr tampak mata kan memang begitu.
Fri Mar 23 2012 – 11:37:21

Memaksakan istilah2 baru seperti “komedian”, “komik”, dsb justru timbulkan tanda tanya dan kesan eksklusifisme (bahkan arogansi). #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:39:18

Bagi saya pribadi, ada sedikit kesan “minder” thd bahasa kita sendiri. Kalo ada padanan katanya, knp harus serap bhs asing? #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:40:41

Jika memang istilah lokal mengalami penyempitan makna, kenapa #suc tak perjuangkan utk kembalikan istilah itu ke makna aslinya?
Fri Mar 23 2012 – 11:42:18

Justru itu sekalian bisa jadi pembeda dan nilai lebih #suc ala Indonesia dgn #suc dari negeri asalnya. Kan keren tuh, kesannya gak ngekor.
Fri Mar 23 2012 – 11:43:58

So, mari kembali ke “khittah” bahasa kita. Bahasa Indonesia yg baik dan benar. Demikian. Semoga berkenan.🙂 #suc
Fri Mar 23 2012 – 11:44:58

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: